<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=8442845956775282675&amp;blogName=Freckles%E2%84%A2&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_BLOGSPOT&amp;navbarType=BLUE&amp;layoutType=CLASSIC&amp;homepageUrl=http%3A%2F%2Fmanda-manda-manda.blogspot.com%2F&amp;blogLocale=en_US&amp;searchRoot=http%3A%2F%2Fmanda-manda-manda.blogspot.com%2Fsearch" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>

Freckles™

a glimpse of crackling mind in my brain

 

Two way monologue

"Doohh, ini website game kok lama banget yak ngeloadnya..."
"Ya ini kan emang bukan waktunya lo untuk maen internet, nda... Journal tuh digarapp..."
"Iya iya bentar kali ini gue mau liat dulu game apaan yang seru..."
"Eh parah gila lo.. assignmentt! Lo tuh masih ada sinoptik kaliii... Masiih aja mikirin game."
"Santai... bentar aja koookk.. Tar di kampus ampe jam 7 deh, janji2..."
"Ah gak percaya lagi gue ama lo... kemaren aja lo jadinya balik jam 5. Hahh, udah gitu di rumah juga gak ngapa2in.. Parah bangett..."
"Iya2, janji, sekarang gue di perpus ampe jam 7 terus di rumah boleh maen yah..."
"Yang bener lo ah.. Sakit banget lo.. Kebiasaan deh gak pernah nganggep serius masalah kaya ginian."
"Iya2, gue janji. Tar dulu deh ya.. Sekarang maen dulu..."
"Au ah."

Labels: , ,

 
 

Unbalanced

Jari tangan kanan saya lebih panjang daripada jari tangan kiri.
Kaki kanan saya lebih besar setengah ukuran daripada kaki kiri.
Mata kanan saya -1.75 sementara mata kiri saya normal.

I think I'm pretty much unbalanced.

Labels: ,

 
 

Pécheresse (pinjem dulu ya, Helda :p)

Greed:Medium

Gluttony:Low

Wrath:Medium

Sloth:Medium

Envy:Medium

Lust:Very Low

Pride:Medium



Take the Seven Deadly Sins Quiz

I thought that I am involved in too much greed and envy, yet I scored medium... Weird...

 
 

What a Productive Day!

Your view on yourself:
You are down-to-earth and people like you because you are so straightforward. You are an efficient problem solver because you will listen to both sides of an argument before making a decision that usually appeals to both parties.

The type of girlfriend/boyfriend you are looking for:
You like serious, smart and determined people. You don't judge a book by its cover, so good-looking people aren't necessarily your style. This makes you an attractive person in many people's eyes.

Your readiness to commit to a relationship:
You prefer to get to know a person very well before deciding whether you will commit to the relationship.

The seriousness of your love:
You are very serious about relationships and aren't interested in wasting time with people you don't really like. If you meet the right person, you will fall deeply and beautifully in love.

Your views on education
Education is very important in life. You want to study hard and learn as much as you can.

The right job for you:
You're a practical person and will choose a secure job with a steady income. Knowing what you like to do is important. Find a regular job doing just that and you'll be set for life.

How do you view success:
You are afraid of failure and scared to have a go at the career you would like to have in case you don't succeed. Don't give up when you haven't yet even started! Be courageous.

What are you most afraid of:
You are afraid of having no one to rely on in times of trouble. You don't ever want to be unable to take care of yourself. Independence is important to you.

Who is your true self:
You are mature, reasonable, honest and give good advice. People ask for your comments on all sorts of different issues. Sometimes you might find yourself in a dilemma when trapped with a problem, which your heart rather than your head needs to solve.

taken from: http://www.quizbox.com/personality/test82.aspx

 
 

Another Beggar Resolution

Di suatu hari yang cerah, sebuah keluarga bahagia (yang rada2 ngawur juga kayanya), pergi jalan-jalan ke luar kota untuk mengisi liburan. Di tengah perjalanan panjang, mereka memutuskan untuk beristirahat di sebuah restoran bakmi yang mereka lewati. Melihat seorang pengemis yang menghampiri meja mereka, sang ayah memberikan sedikit uang dan mengucapkan sesuatu (masa iya gue promosi di sini?).

Melanjutkan perbuatannya, sang ayah berusaha membangun sebuah father-daughter conversation mengenai kehidupan.

Ayah: "Coba, kak, kez, mut, denger papap dulu. Kalian tau kan ada tiga tipe kecerdasan di dunia ini: IQ, EQ, dan SQ."
Ade2: "Hah? SQ apaan tuh?"
Ayah: *sedikit kesal* "Masa ga tau, de? SQ itu Spiritual Quotient. Menurut livepositive.com, adalah kecerdasan ultima yang bisa membawa makna lebih dalam hidup kita. Ini adalah mengenai semangat hidup, bagaimana kita carry on, meng-heal diri dalam menghadapi berbagai macam masalah, dan bagaimana kita live our life. (boong deng, bapaknya ga bilang gitu, ini mah gue search aja sendiri...)"
Ade2: "Oooo, iya, terus kenapa? Kalo gitu aku SQ dong. Hahahaha."
Ayah: *tidak menggubris komentar anaknya, diam2 merasa miris karena anaknya sama sekali ga punya SQ, bahkan mungkin EQ, IQ? hela napas dalam2 aja deh* "Ya, begitu tadi, contohnya sikap seseorang terhadap pengemis seperti tadi..."

Kakak: *berpikir, "apakah ini adalah ajang narsis? Ah, mana mungkin, ini mungkin cara seorang ayah aja untuk mengajari anak-anaknya dengan memberi contoh yang baik..."*

Ayah: "Ya, seperti papap bilang tadi. Misalnya aja orang ber-IQ tinggi. Ketika melihat pengemis seperti itu, yang ada di pikirannya mungkin adalah bahwa pengemis itu pasti sulit makan dan lain-lain karena tidak punya uang. Karenanya ketika si pengemis datang kepadanya, ia akan memberi uang."

Ayah: "Selanjutnya untuk orang yang ber-EQ tinggi, pandangannya terhadap cara hidup si pengemis akan lebih mendalam. Dia akan mengamati dari sorot matanya dan merasa terenyuh atas penderitaan-penderitaan berat yang telah menempa hidupnya. Karenanya, ketika si pengemis datang, ia mungkin akan memberi uang, lalu tersenyum, dalam hati mendoakan supaya si pengemis mendapat rezeki pada hari ini."

Ayah: "Sementara orang yang memiliki SQ akan mengerti lebih banyak. Bahwa pengemis ini memang memerlukan bantuan dalam bentuk materi dan support. Setelah memberi uang, ia mungkin akan tersenyum, dan mengajak ia mengobrol dan memberi motivasi kepada si pengemis, bagaimana cara menghadapi hidup dengan hati yang lebih bergembira." *wajah berseri-seri*

Ayah: *melanjutkan dengan penekanan* "Lalu, menurut kalian, mana yang lebih baik?"

Ade2 dan Ade3: *udah tau ke mana arah pembicaraan ini akan berlangsung* "yang terakhir lah, pap."
Ayah: "Nah, benar kan...?"

Kakak: *ketawa2* "Ahhh belom tentuuuu... Ini kan tergantung juga si pengemisnya punya tingkat kecerdasan yang mana. Misalnya dia ketemu orang yang ber-SQ tinggi sementara dia sendiri ga punya SQ dan lebih cenderung punya IQ. Ketika dia diajak duduk dan makan2, mungkin dia malah mikir, 'Haduh, apaan sih ni orang sok2 ngajak ngomong, drpd saya duduk dengerin dia ngoceh, mendingan saya jalan ke meja sebelah nyari duit lagi, daripada buang2 waktu kaya gini' Coba, jadi diperlukan tingkat kecerdasan yg baru, yang lebih strategic!"

Ayah: "........" *merasa terpukul karena pesan yang udah cape2 diomongin panjang2 malah diterima dengan ngelantur* "Ya udah, yang penting Kez ama Mut ngerti kan? Oh, mienya udah dateng. Ayo kita makan!"


...................inget lagi sama Paradoks Anak Jalanan ala Freckles v1.0 :)

 
 

Toxificated

Sumpah gak ngerti gue apa yang ada di pikiran depkes ato apalah yg itu departemen yg bertanggung jawab atas penyemprotan insektisida anti nyamuk Aedes aegypti (aka. fogging ya?) di sekitar rumah gue.

Kemaren malem tiba2 ada suara berisik ala mobil tukang semprot lewat depan gue, diiringi dengan bau2 racun. Jam 8 ato jam 10 malem gitu seinget gue. Udah berisik, ngeracunin, lama lagi. Mau kabur keluar pun di luar udah melingkupi rumah gue gitu fognya. Sekitar 10-20 menit lah mau ga mau gue menghirup aromaterapi jenis baru ini. Sempet gue ama hosmet gue ngomel2, "kenapa sih mesti nyemprot pas seisi rumah lagi ada di rumah? Mbok ya siang2 gitu lagi pas orang pada ngantor ato kuliah..."

Dan gue pikir memang selesai sudah sampai di situ.

Tapi ternyataaa!! Tadi ketika langit masih gelap (kayanya sekitar jam 6-an deh, gue lupa liat jam, masih gelap) dan gue masih dalam fasa tidur mimpi panjang (REM kah? Au ah), gue terbangun oleh suara yang sama. Ya Tuhan... What the hell are they thinking?? Mungkinkah:

petugas1: "brader, ni kite punye insecticide masih banyak lagi, nak buat apee?"
petugas2: "let's start fogging on the last row of houses again, but not now. Later when they're having deep sleeps when they will never realize that we're slowly killing them with the toxic contained in the fog we're spraying at them. Then we can take over and rule the universe!! Muahahahahah."
petugas1:: "ahyak. Oke lar brader, apa u kate je lar...."

Kedengeran seperti skenario Pinky and The Brain.

Sumpah ya, kamar gue adalah kamar yg terekspos ke pinggir jalan, sehingga kamar gw yang akan menerima paling banyak racunnya. Apapun efek dari racun itu, gw yang akan paling menerima dampak yg signifikan. Kalo racunnya mengandung MSG, maka gue akan jauh lebih bego dari hosmet2 gue yang lain. Kalo racunnya mengandung insektisida, maka gue akan paling ga kutuan daripada hosmet2 gue yang lain. Kalo racunnya mengandung obat cacing, gue akan lebih gemuk daripada hosmet2 gue yang lain, yang (mungkin) masih cacingan. Dan, for sure, racun adalah racun, maka gue paling berpotensi kena kanker daripada hosmet2 gue yang lain.

Oh my god!

To whom shall I file my complain??

Labels: , , ,

 
 

Jealousy

Sebelom ngafal... Satu lagi lagu yg lagi stuck di kepala gue :)
Oiya, this song has nothing to do with my current situation ya. hehehehe. Cuman lagi suka aja :D


Sara Bareilles - Between the Lines

Time to tell me the truth
To burden your mouth for what you say
No pieces of paper in the way
Cause i cant continue pretending to choose
The opposite sides on which we fall
The loving you laters if at all
No right minds could wrong be this many times

My memory is cruel
Im queen of attention to details
Defending intentions if he fails
Until now, he told me her name
It sounded familiar in a way
I could have sworn i'd heard him say it ten thousand times
If only i had been listening

Leave unsaid unspoken
Eyes wide shut unopened
You and me
Always between the lines
Between the lines

I thought i thought i was ready to bleed
That we'd move from the shadows on the wall
And stand in the center of it all
Too late two choices to stay or to leave
Mine was so easy to uncover
He'd already left with the other
So i've learned to listen through silence

Leave unsaid unspoken
Eyes wide shut unopened
You and me be
You and me always be

I tell myself all the words he surely meant to say
I'll talk until the conversation doesn't stay on
Wait for me i'm almost ready
When he meant let go

Leave unsaid unspoken
Eyes wide shut unopened
You and me
Always be
You and me
Always between the lines

Labels: , ,